UPR Pastikan Scan LJK UN Selesai Tepat Waktu

Koordinator Pemantau Ujian Nasional dari Perguruan Tinggi Universitas Palangka Raya (UPR) dan Penanggungjawab proses scanning (Scan) atau pemindaian lembar jawaban komputer Ujian Nasional (LJK UN) 2016 Prof Dr Joni Bungai MPd memastikan bahwa proses scan LJK UN Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Sederajat dapat selesai tepat waktu.
“Dalam aturannya proses pemindaian harus dilaksanakan mulai tanggal 5 April 2016 sehari setelah UN di mulai dengan proses pengerjaan maksimal 10 hari. Selepas itu hasil akan di kirim ke Pusat untuk dinilai,” ucap Joni saat ditemui, Jumat (8/4).
Ia mengungukapkan pemindaian telah dilakukan mulai hari Kedua pelaksanaan UN. Dalam proses pemindaian pihaknya telah menyiapkan beberapa mesin scanner dengan puluhan tenaga ahli untuk menangani ribuan LJK UN SMA Kalteng Tahun ajaran 2015/2016.
Untuk LJK UN sendiri, yang sudah diterima dan menjalani proses pemindaian oleh pihak Universitas Palangka Raya sudah hampir 90 persen. Dipastikan sisa LJK yang dalam perjalanan segera akan tiba.
“Mamang ada beberapa kabupaten yang LJK UN nya belum tiba, menurut info terakhir LJK itu sedang dalam perjalanan, dipastikan malam nanti sudah kita amankan di Sekretariat Tim dari Universitas Palangka Raya,” kata Joni.
Prof Joni yang juga sebagai Salah Seorang Guru Bersar di lingkungan Universitas Palangka Raya itu menerangkan proses pemindaian dilakukan dengan teliti dan prosesnya selalu dipantau melalui 3 tahap.
Tahap pertama hasil LJK UN di terima di bagian penerimaan guna mengecek kelengkapan berita acara penyerah berkas dari Dinas Pendidikan kepada UPR, tahap kedua LJK UN yang masuk kemudian langsung diverifikasi oleh tim pemberkasan, tapa terakhir kemudian baru dilakukan pemindaian LJK UN.
Seharinya dengan mesin dan tenaga yang tersedia pihaknya dapat melakukan pemindaian sekitar dua sampai tiga ribu lembar jawaban komputer, karena LJK UN tahun 2016 ini dianggap cukup baik dan siswa cukup teliti dalam menghitamkan sehingga mudah terbaca oleh mesin scan.
“Untuk kendalan sejauh ini belum ada, hanya saja kita masih menunggu LJK baru untuk menyalin jawaban siswa yang menggunakan LJK kopian, agar bisa di scan. Sementara, untuk antisipasi terjadinya listrik padam pihak UPR menyiaplan mesin genset,” terang Prof Joni. (Tjk)