UPR Diperkenalkan Dengan Sistem Informasi Ilmiah Iptek Nuklir

Pusat Pendayagunaan Informatika dan Kawasan Strategis Nuklir (PPIKSN) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyelenggarakan sosialisasi pengenalan sistem informasi Ilmiah Iptek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) Nuklir kepada para peneliti di lingkungan Universitas Palangka Raya (UPR).

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Dharma Wanita Gedung Rektorat UPR itu, diikuti puluhan Dosen dengan menampilkan empat narasumber yakni, Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir BATAN Dr Anhar Riza Antariksawan dengan materi presentasi tentang ilmu pengetahuan dan teknologi nukril untuk kesejahtraan masyarakat dan pemanfaatannya di Indonesia.

Selanjutnya paparan oleh Wakil  International Nuclear Information System (INIS) Liaison Officer di Indonesia Drs Budi Prastyo MT dengan materi presentasi  tentang pengelolaan informasi ilmiah Iptek Nuklir dan pengenalan INIS. Chief Editor Atom Indonesia Prof Dr.rer.nat Evvy Kartini terkait pengenalan jurnal Atom Indonesia dan Pustakawan Drs Irawan terkait demo penelururan informasi dalam basis data INIS.

Rektor UPR Prof Dr Ferdinand MS melalui Wakil Rektor I Prof Dr I Nyoman Sudyana MSc mengatakan dalam sambutannya bahwa nuklir tidak berbahaya apabila dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Oleh karenanya saya mengharapkan peran serta seluruh dosen UPR dapat memanfaatkan teknologi nuklir untuk mengembangakn teknologi hilir nuklir untuk menghasilkan teknologi yang tepat guna dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ke depan, pihak UPR akan melakukan kerjasama dengan BATAN untuk memfasilitasi para dosen UPR untuk memanfaatkan teknologi nuklir yang sudah dikembangkan oleh BATAN demi kemajuan UPR dan Masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng).

Sementara itu, Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir BATAN Anhar Riza Antariksawan dalam sambutannya mengatakan bahwa pengembangan teknologi nuklir sudah dikembangkan pada tahapan hilirisasi. Artinya nuklir sudah dimanfaatkan untuk pengembangan teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi manusia.

“Misalnya di Provinsi Sulawesi kita sudah menghasilkan varietas padi lokal menjadi varietas unggul dengan memanfaatkan teknologi nuklir,” jelas Anhar.

Anhar menyambut baik tindak lanjut dari kegiatan ini untuk menjalin kerjasama dengan UPR. Karena menurutnya target kegiatan tersebut bukan hanya untuk memberikan sosialisasi kepada para Civitas UPR namun yang terpenting adalah menjajaki kerjasama sehingga teknologi nuklir dapat dikembangkan oleh para peneliti di UPR. (Tjk)

Permanent link to this article: https://www.upr.ac.id/upr-diperkenalkan-dengan-sistem-informasi-ilmiah-iptek-nuklir/