Prof Dr Ciptadi: Penemu Senyawa 1,3-oxaphospholes Tutup Usia

ciptadiDuka menyelimuti jajaran Pejabat, Pegawai dan Mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR). Pada Selasa (01/3), Salah satu guru besar terbaik di lingkungan kampus tertua provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) itu Prof Dr H Ciptadi MS, telah berpulang ke Rahmatullah pada pukul 04.28 WIB di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya.

Prof Ciptadi yang baru saja usai menunaikan tugas dan tanggungjawabnya sebagai Wakil Rektor UPR untuk Periode 2006 hingga 2014 tutup usia dalam usia 56 tahun. Ia meninggalkan seorang istri Dra Sri Sunanti dan dua orang Putra, pertama Pungky Setyo Wibowo dan Galih Indra Permana.

Rencananya Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UPR itu  akan langsung diterbangkan ke Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah untuk dikebumikan di tanah kelahiran beliau.

Selama hidupnya, Prof Dr Ciptadi berhasil menemukan senyawa kimia baru yaitu senyawa 1,3-oxaphospholes.  hasil penemuan Senyawa 1,3-oxaphospholes yang ditemukannya itu, terindikasi sebagai senyawa yang bermanfaat untuk antibiotik dan pestisida. Senyawa itu dibuat dari unsur phosphorus. Dari 40 senyawa baru tersebut 30 di antaranya sudah dikirim ke Bayern Jerman, sebuah lembaga farmasi yang ada di jerman. Sementara 10 senyawa baru lainnya masih dikembangkan mahasiswa program doktor (S3) di ENSCM Montapellier II Perancis.

Ratusan Pengawai PNS dan Non PNS serta beberapa mahasiswa di lingkungan UPR mengantar kepergian almarhum Prof Ciptadi di Bandara Tjilik Riwut untuk diterbangkan ke Kota Solo. Sebelum diberangkan pihak UPR memberikan penghormatan terakhir dengan menggelar doa bersama.

Beberapa sahabat Prof Ciptadi mengungkapkan, sosok pria yang mulai 1986 telah mengabdikan dirinya di UPR itu adalah perkerja keras, serius dan bisa berkerjamasa dengan siapa saja dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab bersama.

“Saya sudah lama berteman dengan beliau, dulu waktu kami baru-baru berkerja di UPR walaupun beda jurusan di FKIP, Saya di Jurusan Bahasa Inggri, beliau di Kimia kami sudah akrab bertaman. Ditambah lagi saat saya dipercaya menjadi Wakil Rektor I dan Prof Ciptadi Wakil Rektor II, kami selalu berkerja sama. Beliau orangnya pekerja keras, bisa diajak diskusi dan tidak panatik walaupun beda Agama,” ucap Dekan Fakultas Ilimu Sosial dan Politik (Fisip) UPR, Prof Dr Kumpiady Widen yang merupakan salah satu sahabat almarhum.

Hal senada juga disampaikan Dekan FKIP UPR Prof Dr Bambang TK Garang MPd, bahkan pihaknya mereka merasa sangat kehilangan atas kepergian Prof Dr H Ciptadi MS.

Menurutnya seorang Ciptadi adalah orang yang menyenakan, pekerja keras dan enak diajak diskusi.

“Kami berharap keluarga yang ditinggalkan dapat tabah dan bersabar. Kami pastikan jasa-jasa dan karya beliau akan dikenang sepanjang masa di Bumi Tambung Bungai ini,” ucap Bambang saat menghantar keberangkatan jenasah Prof Dr H Ciptadi MS ke Kota Solo.

Selamat Jalan Prof. Dr. Ciptadi. MS

 

Permanent link to this article: https://www.upr.ac.id/prof-dr-ciptadi-penemu-senyawa-13-oxaphospholes-tutup-usia/