Kemenhan-RI Sosialisasika RUU-PSDN

menhan-1

Meningkatkan wawasan mengenai pentingnya bela negara dan rasa cinta terhadap tanah air, untuk mempertahankan NKRI secara optimal sehingga tetap kokoh berdiri, diperlukan pemahaman yang sama dari seluruh warga negara. “Karenanya di era globalisasi seperti sekarang ancaman semakin beragam, mulai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi komunikasi hingga informasi, inilah yang mesti di antisipasi semua elemen bangsa terutama mahasiswa sebagai penerus,” ucap Wakil Rektor I Universitas Palangka Raya  Prof. Dr. I Nyoman Sudiyana MSc, saat pembukaan Sosialisasi Pengeloaan Sumber Daya Nasional, Kamis (15/9) di aula Faperta Universitas Palangka Raya yang digagas, Ditjen Potensi Pertahanan, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI. Sosialisasi ini mengangkat tema tentang “Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara Lingkungan Akademisi UPR” dihadiri Wakil Rektor, dekan dan mahasiswa di lingkungan UPR. Bridjen TNI Iskandar Munir, MSc, Oc Direktur Komponen Cadangan Ditjen Potensi Pertahanan, Kemhan RI mengatakan, ancaman terhadap kedaulatan negara yang awalnya bersifat konvensional (fisik) saat ini telah menjadi multidimensi (fisik dan non fisik) baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Menurutnya, ancaman multidimensional tersebut dapat berasal dari dimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya maupun permasalahan keamanan yang terkait dengan kejahatan internasional. “Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah menata dan membangun sumber daya nasional, khususnya sumber daya manusia sebagai komponen cadangan dan komponen pendukung,” tegasnya. Terkait dengan itu, Kementerian Pertahanan sedang menyusun draft RUU Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara sebagai payung hukum yang demokratis bagi negara dalam menggunakan sumber daya nasional bagi pertahanan negara. Sementara, Kasubdit Matra Laut Direktorat Komponen Cadangan Ditjen Pothan Kemhan RI Ir. Edwin L Napitulu memaparkan, jumlah TNI di Indonesia sekitar 420.000 personil, jika dibagi untuk mencover 17.504 pulau dapat diartikan untuk 1 pulau = 24 personil TNI atau 1 personil TNI mengawasi 600 penduduk dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini sebanyak 252.370.792 jiwa. “Keterbasan sumber daya anggaran menjadi kendala dalam meningkat jumlah personil di Indonesia, tetapi sudah ada perbaikan mulai dari perlengkapan sarana prasarana termasuk alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari pemerintah,” ucapnya. Harapannya, sosialisasi ini dapat memberikan masukan dan saran dari mahasiswa dalam penyempurnaan rancangan undang-undang tentang pengelolaan sumber daya nasional untuk pertahanan negara yang masih dalam proses.

Permanent link to this article: https://www.upr.ac.id/kemenhan-ri-sosialisasika-ruu-psdn/