FKIP UPR Tambah Satu Guru Besar

gurubesar-2

Satu lagi guru besar bertambah di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya (UPR). Ia adalah Dosen di jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Program Studi Pendidikan Ekonomi, FKIP UPR Yakni Prof Dr Kuwing Baboe MSi. Rencananya wanita kelahiran kabupaten Kuala Kapuas 3 Juni 1953, akan dikukuhkan dihadapan anggota Senat UPR, Sabtu 16 Juli 2016, setelah menyelesaikan beberapa penelitiannya berjudul “Pembelajaran IPS dalam Perspektif Budaya”. Selain itu, Ibu dua anak itu telah menghasilkan banyak Karya Ilmiah yang termuat dalam Jurnal Internasional dan Nasional salah satunya di Internasional Jurnal Of Academic Research The Shif Pattern Family Interaction Karak Rumah Betang Sei Pasah In Era Modernization Tahun 2013 dan Internasional Jurnal Of Regional Science Inquiri, Study Of Society Participation in Mamagun Tuntang Mahaga Lewu Program In Gunung Mas District, Cantral Kalimantan, Chalandri Athens tahun 2015. “Penelitian yang saya lakukan juga ada yang melibatkan mahasiswa dan memang untuk pendidikan. Selain itu, saya ingin agar direspon pemerintah sehingga bisa bermanfaat bagi kehidupan masyarakat khususnya untuk kemajuan Provinsi Kalteng,” ucap Istri dari Drs Herling D Bahen MPd, Jumat (15/7). Sedikit menceritakan pengalamannya, Profesor Bidang Keahlian Pendidikan IPS itu berhasil meraih gelar Doktornya di Unmer Malang pada tahun 2011 setelah di Universitas yang sama menyelesaikan Magisternya pada 2008. Wanita keturunan Keluarga Besar Baboe Sei Pasah, kabupaten Kapuas itu juga banyak pengalaman. Ia pernah menjabat di beberapa bidang seperti Sekretaris Jurusan Pendidikan IPS dan Kepala Leb Pendidikan Ekonomi FKIP UPR. “Ini berkat doa Keluarga dan rekan semua. Tujuan saya hanya satu karya ilmiah dan hasil penelitian saya dapat berguna dalam pembanguan dan perkembangan Provinsi Kalimantan Tengah kedepan,” ucapnya. Terkait perngukuhan yang akan diselenggarakan Sabtu (16/7) itu, ia juga telah menyiapkan pidato pengukuhannya terkait Pembelajaran IPS dalam Perspektif Budaya yang menurutnya sangat dalam perkembangan sosial dan budaya di Kalteng. Tidak kalah pentingnya bagi Guru IPS hendaknya selalu berkiblat pada garis besar program pengajaran IPS yang mampu merenu, memperkaya materi dengan sosial dan budaya kearah tujuan pembelajaran. “Jabatan Guru Besar merupakan jabatan yang tertinggi bagi seorang dosen. Apa yang saya capai saat ini adalah anugrah Tuhan yang Maha Kuasa, Saya harap ini bermamfaat,” tutupnya.

 

Permanent link to this article: https://www.upr.ac.id/fkip-upr-tambah-satu-guru-besar/