Faperta UPR Siapkan Prodi Pengelolaan Perkebunan

Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya (Faperta UPR), berupaya menyelesaikan pembentukan Program Studi (Prodi) Perkebunan seperti yang diharapkan Rektor Dr Andrie Elia SE MSi.

“Tim berupaya maksimal memenuhi target dari Pak Rektor, agar pembentukan prodi baru itu selesai di 2019 ini. Memang berdasarkan nomenklatur yang ada, prodi itu nantinya bernama Prodi Pengelolaan Perkebunan,” tukas Dekan Faperta UPR, Ir Cakra Birawa MP, Jumat lalu.

Menurutnya, memang dalam Prodi Pengelolaan Perkebunan tidak khusus tentang perkebunan sawit. Namun dia memastikan, Prodi itu penekanannya akan fokus ke sawit dan lulusannya.

“Intinya, kami harus melihat nomenklatur yang sudah dikeluarkan Kemenristekdikti. Nah kalau untuk lulusan, yang mungkin itu adalah Program Sarjana Terapan atau setara dengan Diploma IV,” ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Cakra, pihaknya juga bersyukur Rektor UPR, Dr Andrie Elia SE MSi bisa memahami persoalan nomenklatur tersebut. Sehingga dalam waktu dekat tim yang sudah ada, akan bertemu kembali untuk merumuskan apa yang akan dilakukan dalam pembentukan Prodi Pengelolaan Perkebunan.

Dia menjelaskan, dalam pembentukan prodi baru, Kemenristekdikti sudah mempertimbangkan kemana lulusan prodi tersebut akan diserap. Bahkan sesuai harapan Rektor, lulusan prodi tersebut dapat diserap sepenuhnya Perusahaan Besar Swasta (PBS) sektor Perkebunan Kelapa Sawit di Kalteng.

Tidak itu saja, melalui prodi itu juga, para ahli ataupun laboratorium yang dimiliki PBS bisa dikerjasamakan dengan UPR untuk menunjang proses pembelajaran.

“Dengan begitu, setiap lulusan prodi ini nantinya sudah siap bekerja. Yang pasti, lulusan kita nanti susah mampu menguasai setiap teknologi perkebunan,” ucap Cakra Birawa.