UPR Sosialisasi Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi

Menjelang kedatangan Tim Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi, 25-26 April 2016, Universitas Palangka Raya senantiasa berupaya untuk belajar dan mengembangkan setiap potensi yang dimiliki. Salah satu upaya yang sedang dipersiapkan adalah menjadi institusi pendidikan yang terakreditasi.

Dalam proses tersebut, berbagai pembenahan dan peningkatan pelayanan pun dilakukan. Salah satu upaya menuju target tersebut adalah dengan melakukan sosialisasi mengenai Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT)

Dalam rangka melakukan persiapan visitasi Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi Universitas Palangka Raya (AIPT UPR) 2016, Rektorat UPR melakukan sosialisasi bagi ketua jurusan, kepala bagian, ketua program studi, dan kepala subbagian (kasubbag) di lingkungan UPR, Kamis (21/4) di aula Rahan lantai 2.

Dalam pembekalan persiapan visitasi AIPT UPR 2016 yang dibuka langsung Rektor Prof. Dr. Ferdinand MS, ini menyajikan beberapa materi terkait. Antara lain penjelasan dokumen Evaluasi Diri UPR, Standar akreditasi BAN-PT oleh tim inti pengisi borang akreditasi UPR, lalu penjelasan Borang Akreditasi Institusi UPR.

Rektor Prof. Dr. Ferdinand MS, menjelaskan, kehadiran Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi bertujuan untuk mendorong peningkatan mutu perguruan tinggi di Indonesia dengan melakukan penjaminan mutu yang baik.

Terdapat amanat dalam UU No 12/2012 ini khususnya dalam Pasal 28 ayat 3a dan 4a yang menyatakan gelar akademik, dan gelar profesi dinyatakan tidak sah dan dicabut oleh menteri apabila dikeluarkan oleh PT dan/atau prodi yang tidak terakreditasi.

“Oleh karena itu pihak Unila berupaya mengembangkan dan meningkatkan mutu perguruan tinggi secara berencana dan berkelanjutan. Salah satunya dengan menggelar sosialisasi,” paparnya.

Selanjutnya Rektor Prof. Dr. Ferdinand MS, berharap, seluruh peserta dapat menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya, berkaitan dengan upaya UPR dalam meningkatkan pemahaman seluruh peserta untuk dapat melakukan kerja sama yang optimal dalam rangka menghasilkan nilai akreditasi yang baik. (Tjk)