Kukuhkan 1 Guru Besar & Wisuda 950 Lulusan Guru Sarjana

wisuda PSKGJ

Ketua Senat UPR, Prof Dr Ferdinand MS yang juga Rektor UPR, memindahkan kuncir toga kepada lulusan terbaik PSKGJ pada Wisuda Khusus Mahasiswa Program PSKGJ FKIP UPR yang dilaksanakan Sabtu (2/4) di aula Palangka UPR. (Foto/Tonjik)

Bulan April menjadi lebih special bagi FKIP UPR, dimana Universitas Palangka Raya kembali mengukuhkan seorang Guru Besar FKIP Prof Dr Agus Haryono MSi dalam bidang ilmu Biologi Perkembangan sebagai Guru Besar UPR, selain itu sebanyak 950 lulusan Program Sarjana Kependidikan Bagi Guru Dalam Jabatan (PSKGJ) Universitas Palangka Raya angkatan pertama di wisuda pada sidang terbuka Senat Universitas Palangka Raya, Sabtu (2/4) di aula Palangka.

Sidang terbuka Senat dibuka langsung Ketua Senat UPR, Prof Dr Ferdinand MS yang juga Rektor UPR, diawali pengukuhan seorang Guru Besar FKIP Prof Dr Agus Haryono MSi sebagai Guru Besar UPR dilanjutkan memindahkan kuncir toga Guru Besar dan lulusan terbaik PSKGJ UPR.

Menurut Rektor, Program Sarjana Kependidikan Bagi Guru Dalam Jabatan (PSKGJ) adalah program pemerintah dalam upaya percepatan peningkatan kualitas akademik bagi guru dalam jabatan.

Hal ini dilakukan dalam rangka memenuhi ketentuan UU No 14 2005 tentang Guru dan Dosen yang mewajibkan guru mememiliki kualifikasi akademik sarjana.

“Wisuda kali ini adalah merupakan wisuda khusus bagi lulusan PSKGJ FKIP UPR yang telah ditetapkan dengan surat keputusan Dekan FKIP UPR No 950/UN24.1/AK/2-15 dan No 1029/UN24.1/AK/2016 tentang yudisium mahasiswa Program PSKGJ FKIP UPR, ” ucap Prof Dr Ferdinand MS, Rektor UPR dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Mahasiswa PSKGJ FKIP UPR.

Lebih lanjut Rektor UPR, Prof Dr Ferdinand MS, mengatakan, apa yang telah di capai oleh FKIP dan Fakultas lainnya dapat memberi motivasi dan dorongan bagi kita semua dalam upaya memperbaiki dan mengembangkan sistem proses belajar mengajar di UPR sehingga ke depan jumlah lulusan yang memperoleh IPK tinggi semakin meningkat dan masa tempuh studi semakin singkat.

Dengan demikian, maka efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan pendidikan di lingkungan Unpar dapat ditingkatkan dari tahun ke tahun, terang Rektor.

Diakui Rektor, upaya untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di UPR memang tidak lepas dari masalah dukungan dana yang ada. Hal ini mengingat bahwa manakala kita berbicara masalah peningkatan kualitas, maka hal tersebut tidak lepas dari bagaimana keberadaan kuantitas dan kualitas sarana yang dimiliki dan bagaimana kualitas dan kualifikasi tenaga pengajar.

“Tanpa adanya dukungan sarana dan prasarana pendidikan dan tenaga pengajar yang memadai, baik secara kuantitas dan kualitas, maka akan sulit bagi kita untuk mencapai kualitas secara optimal dan membanggakan,” terang Rektor lagi.

Kepada para wisuda Rektor mengingatkan bahwa ini adalah awal dari perjuangan untuk mengamalkan semua ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh dibangku kuliah karena di depan sudah menunggu banyak tantang baik lokal, regional maupun global.

Dan kepada Guru Besar FKIP, Prof Dr Agus Haryono MSi dalam bidang ilmu Biologi Perkembangan, Rektor mengucapkan selamat dan sebagai seorang profesor agar dapat lebih memberikan kontribusinya terhadap peningkatan mutu pendidikan di UPR, Kalimantan Tengah dan Indonesia. (Tjk)