«

»

Jan 30 2016

Unpar Beri Pelatihan Penjual Obat Tradisional

Penjual tanaman obat tradisional di Palangka Raya masih menjual obat dalam bentuk asli berupa umbi atau rimpang. Padahal, jika obat-obat tradisional ini diolah dan dikemas akan memberikan nilai tambah. Melihat itu, dosen tiga Universitas Palangka Raya Desy Natalia Koroh SHut MSi, Ir Nursiah MP, Ir Sarinah MP tergerak untuk membuat pelatihan pengolahan tanaman obat tradisional menjadi simplisia, bubuk, dan instan.

Sasaran pelatihan ini adalah para ibu-ibu pedagang tanaman obat tradisional di kawasan Flamboyan Bawah dan Mendawai Sosial. Seperti ditulis oleh Desy dalam laporan pengabdian kepada masyarakat, persoalan para ibu-ibu ini adalah belum mengetahui cara pengolahan obat tradisional simplisia, bubu dan instan.

Sedangkan yang berprofesi  pedagang obat tradisional memiliki keterbatasan pengetahuan dalam mengolah tanaman obat yang baik, serta cara pengemasan yang bernilai jual.

“Pedagang obat tradisional kebanyakan menjual obat tradisionalnya masih dalam bentuk umbi atau rimpangnya saja , tentunya harga jualnya pun lebih rendah dibanding sudah berupa produk jamu berupa bubuk atau instan,” ujar Desy dalam laporan tertulisnya.

Pelatihan pengolahan tanaman obat tradisional ini memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang pengolahan umbi bawang dayak, dan rimpang  jahe merah berbentuk simplisia, bubuk dan instan. Peserta juga akan diberikan pengetahuan tentang berbagai model-model pengemasan dan cara pengemasan sehingga dapat menambah nilai jual produk jamu tersebut.

Hasil dari pelatihan ini, diharapkan para penjual tanaman obat tradisional ini mampu memproduksi  produk jamu berupa simplisia, bubuk, dan instan dari umbi            bawang dayak, dan rimpang jahe merah, melalui proses pengolahan yang sederhana dan baik beserta pengemasannya. “Ada dua puluh orang yang dilatih di dua lokasi, Flaboyan Bawah dan Mendawai,” ujarnya.

Setelah mengikuti pelatihan, perlu ada pendampingan. Selain itu, kelompok Ibu-ibu ini diharapkan dapat membagikan pengetahuannya kepada ibu-ibu lainnya yang tidak berkesempatan ikut dalam pelatihan ini agar semakin banyak ibu-ibu yang mempunyai pengetahuan tentang mengolah tanaman obat tradisional berupa simplisia, bubuk, dan instan dan cara pengemasannya. (kaltengpost)