Sosialisasi SNMPTN UPR Akreditasi Sekolah Tentukan Jumlah Pendaftar SNMPTN 2016

Prof. Dr. I Nyoman Sudyana, M.Sc

Pemerintah dalam hal ini panitia pusat Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau yang lebih dikenal dengan SNMPTN mengubah format pendaftaran untuk seleksi tahun ini.

Jika sebelumnya sekolah dengan tingkat akreditasi berbeda dapat mendaftarkan seluruh siswa-siswinya, tahun ini pemerintah membuat kebijakan baru.

Sekolah dengan tingkat akreditasi lebih baik berkesempatan mendaftarkan siswanya lebih banyak. Begitu juga sebaliknya, sekolah berakreditasi rendah kuota siswa yang dapat didaftarkan dalam SNMPTN dibatasi dan menjadi lebih sedikit.

Wakil Rektor I Universitas Palangka Raya (UPR) Bidang Akademik Prof. I Nyoman Sudiyana MSc mengatakan, perubahan itu terkait akreditasi sekolah partisipan SNMPTN.

Ia menjelaskan, sekolah dengan akreditasi tinggi nantinya akan memiliki kesempatan lebih banyak untuk mendaftarkan siswanya pada SNMPTN tahun ini.

“Kebijakan ini tentu memiliki hal positif. Pemerintah bermaksud memacu akreditasi sekolah di Indonesia. Akreditasi meningkat tentu mutu pendidikan kita juga meningkat. Dengan penerapan kebijakan ini maka sekolah sekolah di Indonesia tak terkecuali di Kalteng akan berlomba-lomba meningkatkan mutu sekolahnya,” ujar Prof Nyoman pada paparan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru Universitas Palangka Raya (UPR) di aula Rahan, Jum’at (5/2) lalu.

Sekolah dengan akreditasi A berkesempatan mendaftarkan 75 persen siswanya, sekolah terakreditasi B 50 persen, terakreditasi C 20 persen, dan akreditasi lainnya hanya bisa mendaftarkan 10 persen terbaik di sekolahnya. (tjk)