Kemenristekdikti Temui Mahasiswa Bidikmisi UPR

mhsbidikKementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang diwakili Direktur Kemahasiswaan Dr Didin Wahidin mengingatkan agar para mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi untuk tetap mengutamakan kuliahnya dan merampungkan masa studi tepat waktu.
“Hampir 300 ribu penerima bidikmisi dari 2010, sekira 47 ribu sudah menjadi alumni, sisanya masih kuliah,” ucap Didin dalam Dialog yang bertajuk Dialog mahasiswa mahasiswa penerima Bidikmisi dan Afirmasdi Dikti Papua UPR dengan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa).

Beasiswa Bidikmisi sejak 2010 menjadi salah satu cara pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Pasalnya, penerima bidikmisi yang berasal dari kalangan kurang mampu, namun berprestasi bisa menuntaskan kuliahnya tanpa mengeluarkan biaya sedikit pun.
Hal tersebut Didin sampaikan saat menggelar dialog bersama mahasiswa penerima Bidikmisi dan Afirmasdi Dikti Papua yang berada di Universitas Palangka Raya (UPR) Jumat (40/3) pagi.
Didin juga mengungkapkan, sejak pertama kali diluncurkan, hingga saat ini jumlah penerima bidikmisi mencapai 278.281 mahasiswa. Dari jumlah tersebut 232 ribu di antaranya hingga saat ini masih kuliah dan tersebar di berbagai kampus di Indonesia.
Ia menambahkan, siapapun yang merasa kurang mampu, tetapi ingin kuliah berkesempatan mengajukan beasiswa. Tetapi, setiap calon mahasiswa juga harus pandai memilih program studi, terutama dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
“Pandailah menilai diri sendiri, pilih sesuai kemampuan. Banyak yang pintar, sehingga persaingan sangat kompetitif, apalagi untuk prodi-prodi favorit,” ungakapnya.
Tahun ini, lanjutnya, kuota bidikmisi untuk mahasiswa baru mencapai 60 ribu penerima. Sedangkan anggaran yang disiapkan adalah Rp 2,96 triliun.
Tapi ia menegaskan, ketatnya penyeleksian penerima bidikmisi dilakukan supaya tepat sasaran. Pasalnya, selama ini salah satu masalah yang sering ditemukan adalah masalah kejujuran dalam mengisi data.

“Tahun lalu pendaftar mencapai 370 ribu lebih mahasiswa. Terkait kejujuran kami berupaya melakukan verifikasi, memeriksa, sampai mengunjungi kediaman mahasiswa tersebut. Namun, terkadang ada mahasiswa asal Papua misalnya, kuliah di Sumatera, sehingga sulit untuk melakukan kunjungan. Itu salah satu kasus saja, secara umum bidikmisi tepat sasaran,” ulasnya.

Sementara itu Rektor UPR Prof Dr Ferdinan MS didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Bambang S Lautt MSi menyambut baik kegiatan dialog yang digelar pihak Kemristekdikti tersebut pasalnya disana para penerima bisa langsung menanyakan apa yang mereka risaukan.
“Selama ini para penerima bidikmisi selalu mayalahkan pihak Universitas terkait masalah yang terjadi dalam proses penyaluran bidik misi. Nah mumpung ada pihak dari pusat ini mereka bertanya apa yang sebenarnya terjadi,” ucap Rektor.
UPR saat ini masih menampung 3325 orang mahasiswa penerima Bidikmisi.  Itu tercatat dari tahun 2010 sebanyak 250 orang, 2011 ada 320 mahasiswa, 2012 sebanyak 650 orang, 2013 ada 750 mahasiswa, 2014 sebanyak 935 orang dan tahun 2015 sebanyak 990 orang.
“ Yang ada saat ini angkatan 2012 hingga 2015. Kalau penerima bidikmisi angkat 2010 dan 2011 semua sudah lulus. Kita berharap dengan peningkatan dan tetap sasarannya program Bidikmisi ini dapat meningkatkan APK pendidikan tinggi di Provinsi Kalteng,” pungkasnya. (Tjk)

Permanent link to this article: http://www.upr.ac.id/kemenristekdikti-temui-mahasiswa-bidikmisi-upr/