«

»

Aug 30 2016

Ingin Kembali ke Desa Asal Memajukan Pendidikan

profillulusanjpgGapailah cita-citamu setinggi bintang di langit” atau “Tuntutlah Ilmu sampai ke negeri Cina” mungkin dua istilah ini menjadi penyemangat seorang “TIA” untuk menyelesaikan studinya di tengah kehidupan yang sulit.

Datang dari daerah yang nyaris berada di ujung hulu sungai Barito bukan suatu halangan untuk seorang bungsu kelahiran 8 Agustus 1992 di desa Tumbang Topus, kecamatan Uut Murung, kabupaten Murung Raya dari 4 bersaudara dari pasangan Acing dan Ici untuk meraih cita-citanya.

Desa Tumbang Topus, kecamatan Uut Murung, kabupaten Murung Raya, jika kita cari menggunakan google maps untuk mencari desa ini, tentu sangat sulit ditemukan.

Desa kami memang sangat jauh, diperlukan waktu 5-7 hari, untuk bisa sampai ke Palangka Raya, beruntung saat ini sudah ada sebagian jalan darat yang dibangun oleh Pemkab Mura. Jadi bisa mempersingkat waktu tempuh kami untuk sampai ke kota,” ucap Tia didampingi kedua orang tuanya usai wisuda UPR periode Agustus 2016 di aula Palangka, Sabtu (27/8).

Menurut Acing orang tua TIA, sebelum ada sebagian jalan darat diperlukan waktu berhari-hari dengan menggunakan perahu motor untuk sampai ke Puruk Cahu saja, belum lagi jika ke Palangka Raya.

Adalah yang patut orang tua TIA bangga atas keberhasilan putri bungsunya, TIA merupakan satu-satunya orang kelahiran desa Tumbang Topus yang mampu menyelesaikan studinya hingga Sarjana.

Menjadi satu-satunya orang yang bergelar sarjana di desanya membuat TIA berkeinginan memajukan desanya dengan ilmu yang diperolehnya dari UPR, apa lagi IP yang diraihnya 3.46.

Keinginan dan harapan terbesarku adalah membangun desa kelahiranku dan menjadi seorang guru, karena aku lulusan FKIP-UPR. Harapan ini semoga di lihat dan di dengar oleh Pemkab Murung Raya, karena masih ada putra daerahnya memiliki keinginan kembali ke desa untuk mengikis ketertinggalan dari dunia pendidikan,” ucap TIA mengakhiri.