FK-UPR, Wakili Kalteng Ketingkat Regional

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya (UPR) kembali menorehkan prestasi. Prestasi terbaru yang ditorehkan adalah menjadi juara debat bahasa Inggris bertajuk National Universities Debating Championship (NUDC) dan menjadi Wakil Kalteng untuk berlaga di tingkat Kopertis Wilayah XI Kalimantan.

Wakil Rektor III UPR, Prof Dr Bambang S Laut MSi yang disampaikan Kepala Biro BAAK-PSI UPR Drs Dominggus MSi saat membuka debat tersebut mengungkapkan, acara itu salah satu upaya meningkatkan daya saing mahasiswa Unsyiah tingkat nasional dan internasional. Apalagi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mengharuskan mahasiswa ikut terlibat di dalamnya.

“Debat ini mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk berpikir kritis dan analitis, sehingga mahasiswa mampu bersaing di tingkat global. Selanjutnya, mahasiswa dapat mengasah kemampuan bahasa Inggris dalam bentuk lisan. Karakter mahasiswa akan muncul dalam debat karena penekanan pada persaingan yang sehat. Setiap tim dituntut untuk menyampaikan pendapat secara logis dan sistematis,” ucapnya.

Penanggung jawab Kegiatan Debat Bahasa Inggris Mahasiswa, Wakil Rektor III UPR Prof Dr Bambang S Laut MSi melalui Kepala Biro BAAK-PSI UPR Drs Dominggus MSi mengungkapkan kegiatan yang dilaksanakan Sabtu 4 Juni 2016 lalu diikuti oleh 7 Tim mahasiswa berprestasi yang lolos seleksi di tingkat Fakultas.

“Debat ini diikuti oleh 7 tim yang merupakan perwakilan dari Fakultas di Lingkungan UPR dan satu Club Debater UPR. Dalam babak final ada Fakultas Kedokteran, FKIP, Fakultas Teknik dan Fisipol yang bertanding dan untuk juaranya diraih Fakultas Kedokteran, juara II Fakultas Teknik, juara III FKIP dan Fisipol juara harapan 1,” ucapnya.

Untuk juara pertama dalam seleksi Debat Bahasa Inggris tingkat Universitas itu, lanjutnya, akan mewakili Universitas Palangka Raya atau Provinsi Kalimantan Tengah untuk mengikuti seleksi yang serupa di tingkat Regional Kopertis XI yang akan dilaksanakan di Kalimantan Selatan 18-19 Juli 2016.

“Dalam seleksi tingkat Regional akan dipilih 6 tim yang akan berlaga di tingkat Nasional,” ungkapnya.

Dominggus juga menuturkan, penilaian debat tersebut dilakukan secara objektif dan proposional merujuk pada penilaian British Parliamentary, berupa penilaian tim dan individu yaitu tingkat, angka dan makna.

“Program debat bahasa Inggris adalah program Dirjen Menristek Dikti yang diadakan setiap tahun diikuti berjenjang, tingkat universitas, wilayah, dan tingkat nasional. Tim debat terdiri atas 2 orang/debaters,” ucapnya.